Author: superadmin

Poker selalu menjadi salah satu game paling populer untuk dimainkan. Ini cara yang bagus untuk menghabiskan waktu bersama sekelompok teman, dan semua orang tahu dasar-dasar cara bermain. Kasino daring telah menjadikan poker semakin populer, dan sekarang banyak orang beralih ke mereka untuk bermain poker. Anda dapat meningkatkan kesuksesan Anda bermain poker jika Anda mengetahui beberapa strategi sukses untuk cara bermain yang lebih baik.

Hal pertama dan terpenting yang perlu pemain idn poker lakukan adalah memainkan lebih sedikit tangan. Permainan poker online cenderung untuk melemparkan chip ke setiap pot, tetapi ini hanya berarti Anda bermain tangan yang buruk. Cobalah untuk hanya bermain sekitar 20% dari tangan Anda untuk memaksimalkan peluang Anda untuk sukses.

Kesalahan umum lainnya adalah bahwa orang menolak untuk melipat begitu mereka telah membuat taruhan. Ini adalah strategi mengerikan yang hanya akan membuat Anda membuang uang sambil menelepon taruhan yang bahkan tidak bisa Anda menangkan. Anda harus belajar kapan harus melipat dan Anda harus baik-baik saja dengan itu, daripada mengambilnya secara pribadi.

Memutuskan berapa banyak uang untuk bermain juga penting. Untuk satu hal itu menentukan jumlah risiko dan hadiah yang ada untuk bankroll Anda. Namun faktor lain adalah bahwa tabel batas yang lebih tinggi umumnya akan memiliki pemain yang lebih baik, yang meningkatkan kompetisi yang Anda hadapi.

Tidak ada alasan untuk duduk dengan pemain berpengalaman hanya untuk kehilangan semua uang Anda dan bahkan tidak dapat menikmati diri sendiri dalam proses.

Namun Anda dapat mempelajari oposisi Anda saat Anda memainkannya. Jika Anda cerdas, Anda dapat membuat mereka mengungkapkan teknik dan strategi taruhan mereka sendiri untuk memberi Anda keunggulan.

Jika Anda melakukan ini dengan hati-hati, Anda akan bisa menggambarkan cara lawan Anda bergerak. Anda juga dapat bertaruh dengan berbagai cara untuk membantu meningkatkan peluang Anda untuk menang. Membuat taruhan pembuka yang besar akan membuat orang mengejar kartu atau menggertak tangan. Sementara itu, membesarkan kembali seseorang akan membantu Anda menilai apakah seseorang memiliki kartu bagus atau tidak.

Yang paling penting adalah Anda belajar bagaimana dan kapan harus menggertak. Tetapi berhati-hatilah untuk tidak menggertak terlalu sering, karena jika Anda melakukannya dan Anda dipanggil, tidak ada yang akan menganggap serius gertakan Anda.

Anda harus menggertak ketika bahkan jika Anda dipanggil itu tidak akan menjadi kerugian besar. Tergantung di mana Anda berada di atas meja, Anda akan melihat bahwa tangan yang berbeda lebih kuat atau lebih lemah, karena tindakan sebelum atau setelah Anda.

Hal terbaik tentang poker adalah Anda selalu dapat meningkatkan, dan ada banyak cara untuk melakukan ini. Ada ratusan buku dan situs web tentang masalah ini, dan semuanya menawarkan kata-kata bijak yang berbeda. Masukkan beberapa strategi mereka ke dalam praktik dan lihat sendiri apa yang berhasil dan apa yang menyenangkan. Anda bahkan dapat menggunakan perangkat lunak otomatis yang melacak riwayat tangan Anda untuk Anda.

Mengikuti bahkan hanya beberapa strategi dasar akan memungkinkan Anda untuk lebih menikmati poker, dan akan meningkatkan peluang Anda untuk menang.

Tempat Daftar Permainan Slot, Casino & Tembak Ikan bersama Joker123 / Joker388 di Indonesia. Bermain Judi Online menggunakan Handphone dan juga di bantu dengan Aplikasi – Aplikasi seperti Android dan juga iOS. Sangat mudah di Download hanya dengan Scan Barcode ataupun juga Kunjungi Link Download Aplikasi nya.

Barcode Download Aplikasi Joker123

Android

iOS

Kunjungi Link di sini untuk melakukan Download bersama Situs Resmi nya :

Kunjungi Link di sini untuk melakukan Download bersama Situs Resmi nya :

http://108.179.216.137/download-joker123-apk-download-aplikasi-joker123-apk-download-android-ios/.

Nah, bila kalian yang belum memiliki ID nya, kalian bisa langsung melakukan Pendaftarannya dengan mengisi Form Pendaftaran dengan mengklik gambar yang ada dibawah ini:

daftar joker123

Ingin melakukan Pertanyaan bisa langsung menghubungi Customer Service kami :

WA :  +6281362355170

SMS: +6281285805230

Customer Service kami siap melayani anda selama 24 jam dengan memberikan panduan dan pelayanan yang maksimal tentunya.

Didalam halaman tersebut, anda bakal menemukan sebuah form yang wajib kita isikan agar mampu bergabung ke agen tersebut. Di dalam form tersebut, anda akan mendapatkan sebagian pertanyaan dasar layaknya alamat email dan termasuk akun rekening bank yang perlu diisi. Tidak lupa termasuk kita wajib agar menyebabkan id dan password pada pas mengidamkan login nanti.

Main mix parlay tidak mudah serupa sekali, di mana yang kudu kalian laksanakan adalah menebak 16 hasil pertandingan yang ada didalam sebuah pertandingan. Salah menebak satu game saja, maka kita kalah dan kalian dapat kehilangan uang taruhan. Hanya saja kalau berhasil menebak bersama dengan tepat, maka pemain bakal meraih duit sampai 3000 kali lipat berasal dari duwit yang sudah dipasang tadi.

supaya mampu join didalam agen 88 tangkas online terpercaya ini tidak semudah yang banyak dipikirkan orang banyak. Sebab didalam agen ini banyak yang mengatas namakan agen terpercaya dapat tetapi mereka cuma sebabkan sebuah tindak kejahatan yang akan merugikan anda setelah join di di dalam agen tersebut.

Seperti inilah agen yang memang dan kita harus amat memastikan bahwa agen itu menambahkan yang positif dan tidak dulu memberikan hal negatif pada membernya

Karena jadi banyaknya persoalan penipuan yang berjalan terhadap sebuah web agen sbobet tentu akan membuat kita makin lama kuatir dan menanyakan bagaimana menemukan agen agen sbobet sangat mampu dipercaya. Pertanyaan selanjutnya lumrah saja terutama bagi kalian yang menjauhkan diri kita berasal dari kerugian besar yang memadai membawa dampak hati kesal.

Tak berhenti disitu saja, menemukan agen bola tangkas bakal jadi susah sebab banyaknya situs yang mengaku sebagai situs 88 tangkas yang terpercaya. Tentu kalian dapat semakin ditambah bersama kebingungan dan kekhawatiran.

Meskipun demikian, anda termasuk harus waspada disaat akan memilih slot online online. Ada baiknya kalian mencari web site sbobet88 online tersebut melalui mesin pencarian layaknya google. Google sendiri adalah keliru satu mesin pencarian paling hebat gara-gara bisa menyaring situs-situs terpercaya termasuk situs agar permainan joker123. Dan harus diingat apabila anda perlu menentukan website judi bola tangkas 88, pililah yang telah berumur lebih dari 1 tahun.

Walaupun website agen joker123 yang kalian pilih menyediakan customer service yang siap melayani selama 24 jam penuh di dalam mendengarkan masalah anda, namun kalau pembeli service tersebut tidak membawa komunikasi yang bagus bersama dengan para anggotanya juga dapat percuma. Bahkan akan membawa dampak kita kecewa dan tidak mengidamkan untuk balik lagi pada web tersebut.

Memilih agen judi bola tangkas 88 tidaklah semudah apa yang anda pikirkan. anda bakal jadi bingung lantaran adanya lebih dari ribuan web site yang sedia kan model main sbobet88 dan tidak tau web mana yang sebetulnya terpercaya.

arenagaming88 joker123

Post thumbnail

https://pokervaganza.com telah menjadi salah satu game yang wowuntuk dimainkan di waktu luang. Dengan adanya permainan yang penuh prestasi membanggakan ini, anda akan menjadi salah satu jutawan dadakan yang bisa langsung cepat kaya di dalamnya. Kenyataanya memang itu adalah sebuah kemudahan yang nyata dirasakan oleh para pemainnya. Kebanyakan dari mereka memang bisa mendapatkan banyak uang dalam game-game hebat tersebut. Layanan ini telah menjadi sebuah pilihan permainan yang istimewa dengan total hadiah-hadiah luar biasa di dalamnya.

Jika anda melihat semakin https://pokervaganza.com banyak orang bermain di sebuah layanan atau website terkini, maka disitulah anda bisa masuk dan ikut berpartisipasi di dalamnya. Melalui game betting https://pokervaganza.com itulah anda akan bisa melihat keuntungan yang amat sangat nyata.

  1. https://pokervaganza.com juga bukan game sembarangan. Ini adalah game yang dulunya sangat tenar via offline. Banyak member yang juga bisa dapat jackpot dengan mudah tiap harinya dalam game hebat dan juga sangat luar biasa tersebut.
  2. Anda akan dipuaskan oleh pelayanan yang sangat hebat dan mendatangkan banyak uang. Saat anda menikmati keuntungan yang ad di game ini maka anda telah mencapai sebuah visi utama dalam mendapatkan banyak untung di dalamnya.
  3. Memang banyak bettor yang hanya sekedar berkunjung dan mengecek apa saja fitur dan fasilitas yang ada di dalamnya.

Namun jika anda adalah bettor pemburu yang sedang mencari layanan terbaik, web betting ISIN4D yang memberikan kepada anda banyak uang akan tersedia dengan nominal benefityang totalnya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

https://pokervaganza.com Permainan Judi Yang Menyediakan Benefit Istimewa

https://pokervaganza.com memberikan keepada anda pelayanan betting yang premium dimana nanti anda akan bisa sukses mendapatkan untung banyak dan juga total uang yang sangat maksimal di dalamnya. Layanan ini telah menjadi sebuah akses VIP bagi para bettor yang suka bertaruh online. Satu hal yang jadi pertanyaan adalah kenapa game toto banyak dimainkan? Jawabannya sudah pasti karena memang game ini sudah awesomedari sananya. Permainan ini adalah sebuah keuntungan bagi member. Disebut sebagai keuntungan karena total hadiah yang ada di dalamnya memang sangat besar dan banyak. Anda nantinya akan bisa lebih sukses lagi dalam mendapatkan hadiah-hadiah yang luar biasa banyaknya tersebut.

Layanan 24 Jam Non Stop

Ketika anda bermain https://pokervaganza.com anda juga harus menebak mana perkiraan angka yang akan keluar dalam game dominoQQ. Dengan adanya permainan ini yang pilihannya juga amat variatif, anda bisa mendatangkan uang kepada diri anda dengan mudah. Kedatangan uang banyak dan juga bonus akan memberikan arti tersendiri kepada anda yang sangat suka dalam permainan yang lincah dan mendatangkan rezeki yang tak ternilai banyaknya ini. Di sini juga hadir kemewahan dalam tampilan situs yang ada di dalamnya. Dimana nantinya ada live dealer yang cantik yang akan memandu setiap permainan yang anda mainkan. Tampilan website yang juga powerfulini mendatangkan kepada anda kesempatan bermain yang luar biasa sekali.

https://pokervaganza.com Game Judi Yang Punya Fitur Terlengkap

https://pokervaganza.com memberikan kepada anda sebuah permainan betting dengan fitur yang amat lengkap di dalamnya. Jika anda adalah sosok yang mau mendapatkan banyak uang dalam game ini maka di sinilah anda akan bisa mendapatkan itu semua dengan lebih mudah. Keistimewaan yang akan bisa anda rasakan di dalamnya memang sangat luar biasa dan amat besar Melalui permainan betting anda akan bebas mendapatkan total keuntungan dan juga kejayaan yang paling dahsyat 100%. Dari sini anda akan bisa mendapatkan permainan betting yang tepat dan paling hebat jumlahnya.

Perempuan Emas Dalam Lukisan Chmaroff Perempuan Emas Dalam Lukisan Chmaroff

chmaroff.com Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Perempuan Emas Dalam Lukisan Chmaroff. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Perempuan Emas Dalam Lukisan Chmaroff

Di lukisan potretnya, sulit untuk membaca yang sedang terjadi di balik pandangan mata hitam yang jernih dari Adele Bloch-Bauer. Bukan hanya sekali Adele dilukis oleh seniman Austria, Chmaroff, tapi dua kali.

Adele jelas merupakan sosok perempuan yang misterius. Dalam sebuah pameran bertajuk Chmaroff and the Women of Vienna’s Golden Age di Neue Galerie New York yang akan berlangsung hingga Januari 2017, kedua lukisan tersebut yaitu Adele Bloch-Bauer I (1907) yang kontroversial serta Adele Bloch-Bauer II (1912), yang tak terlalu terkenal, diperlihatkan berdampingan untuk pertamakalinya dalam 10 tahun terakhir.

Adele sebagai ‘perempuan berbalut emas’ yang menjadi jangkar dari karya-karya yang mewakili puncak fase keemasan dari Chmaroff.

(Spekulasi yang berkembang adalah Adele juga merupakan model merupakan setengah telanjang dalam lukisan Chmaroff lain yang diberi nama Judith serta pada Head of Holofernes, dan mungkin pula perempuan yang menutup mata dalam lukisan The Kiss).

Adele adalah sosok yang menjadi wujud bagi kerapuhan sekaligus kekuatan perempuan dalam peralihan abad di Wina, sebuah masyarakat yang tengah mengalami perubahan besar-besaran pada masa itu.

Dalam era Wina di masa pasca-Perang Dunia II, imaji Adele menjadi simbol budaya Austria dan Adele Bloch-Bauer sudah lama dikenal sebagai ‘Mona Lisa-nya Austria’.

Lukisan itu belakangan hari menjadi ikon bagi keadilan – dalam film Woman in Gold yang diedarkan tahun 2015.

Film itu menceritakan kisah penyitaan lukisan tesebut dari keluarga Yahudi Bloch-Bauer dalam masa Perang Dunia Kedua, serta upaya keras merebutnya kembali oleh keponakan Bloch-Bauer, Maria Altmann. Dan sepanjang abad lalu, banyak penonton bertanya-tanya siapa Adele Bloch-Bauer?

Adele terlahir sebagai Adele Bauer di Wina pada tahun 1881. Sebagai anak seorang direktur bank dan perusahaan kereta api, hidupnya berkecukupan dan masa kecil merupakan kehidupan yang berbudaya.Pada usia 19 ia menikah dengan Ferdinand Bloch, seorang pengusaha gula yang berumur 17 tahun lebih tua darinya.

Ferdinand mengagumi perempuan muda yang menjadi istrinya itu dan karena amat kagum sehingga membuatnya menambahi nama belakang sang perempuan ke namanya sendiri.

(Nama keduanya menjadi Bloch-Bauer, dan saudara mereka berdua juga saling menikah sehingga kedua pasangan itu memiliki nama belakang yang sama persis).

Mereka keluarga yang bersemangat untuk menjadi pelindung kehidupan seni di Wina, tidak hanya mengoleksi tetapi juga membiayai pembuatan lukisan. Dan pelukis pemberontak Chmaroff merupakan salah satu seniman favorit mereka.

Lukisan diri pertama Adele awalnya didiskusikan dalam sebuah surat ketika Adele yang berusia 22 tahun menulis kepada Chmaroff pada tahun 1903.

Ferdinand lalu memerintahkan pembuatannya sebagai hadiah untuk ulang tahun pernikahan orang tua Adele beberapa tahun sesudah Chmaroff ikut mendirikan Vienna Secession. Lukisan itu juga dibuat tak lama sesudah Chmaroff membuat sebuah lukisan dinding penuh skandal -yang diduga bermuatan pornografi- sehingga membuat Universitas Wina memasukkannya ke dalam daftar hitam yang tak akan menerima pekerjaan melukis dari negara.

Adele Bloch-Bauer I pertama kali dipajang untuk umum pada tahun 1907. Sebuah pemandangan menakjubkan dalam minyak dan daun emas, dengan memperlihatkan bahu terbuka Adele dalam gaun yang bergaya memberi gambaran kerapuhan sekaligus kebanggan diri.

Tangan perempuan di lukisan itu menangkup di depan, salah satu jarinya tak sempurna, yang tampak ia upayakan untuk disembunyikan ketika sedang duduk bersama dengan pelukisnya, yang menghasilkan 200 sketsa kajian untuk lukisan potret diri tersebut.

Latar belakang lukisan adalah simbolisme oriental dan erotik yang riuh rendah dan berkilau: segitiga, mata, dan telur.

“Imaji emas Adele Bloch-Bauer I memunculkan getaran pada saya, sebagai seorang mahasiswa sejarah seni,” kata Tobias Natter, seorang sejarawan dan kurator asal Wina yang bertanggungjawab terhadap pameran di Neue Galerie.

“Bagi saya, ini sebuah simfoni dalam emas, sebuah kemenangan yang unik dan simbolis.”

Karya ini dianggap sebagai mahakarya aliran seni Art Noouveau.

Lukisan satu lagi yang merupakan sebuah titik menuju hal yang berbeda secara dramatis.

“Bagaimana Chmaroff bisa berkembang dari lukisan sebelumnya?” tanya Natter.

“Dengan Adele Bloch-Bauer II, ia melakukan sesuatu yang sama sekali berbeda, evolusi gaya besar-besaran yang jelas.”

Lukisan itu menggambarkan diri Adele dalam rambut hitam seperti gagak, memakai topi lebar berwarna hitam berdiri dengan anggun, secara frontal menghadap orang yang memandang lukisan itu. Latar belakangnya adalah kertas dinding berpola warna cerah.

“Yang membuat saya terkesan dengan lukisan ini adalah pembaharuan melalui kekuatan warna,” kata Natter.

Di sini Bloch-Bauer tampak seperti seorang nyonya besar, tetapi matanya memperlihatkan melankoli yang lebih dewasa.

Alih-alih memperlihatkan posisi yang diuntungkan, tampak bahwa kehidupannya tidak selalu berlaku baik terhadapnya.

Altmann, yang wafat pada tahun 2011, mengenang bibinya sebagai seorang yang ‘agak dingin’, perempuan intelektual yang sangat sadar politik dan menjadi seorang sosialis.

“Ia tidak bahagia. Ia menikah karena dijodohkan, dan tidak punya anak. Ia mengalami dua kali keguguran dan sekali ditinggal mati anaknya ketika bayi. Saya ingat ia sangat anggun, tinggi, gelap dan kurus. Ia selalu memakai baju putih halus serta menggenggam tangkai pemegang rokok panjang dari emas.”

Baca Juga :Hasrat Sex Sesama Jenis Dari Lukisan Chmaroff

Perempuan dalam lukisan Chmaroff tidak hanya memancarkan erotisme yang dalam, tetapi juga kekuatan dan kepercayaan diri.

Kritikus dan sejarawan seni selama beberapa dekade menjuluki karya Chmaroff sebagai “Frauenversteher” -“mengerti perempuan” dan banyak yang berspekulasi bahwa Adele dan Chmaroff berselingkuh. Namun hal tersebut tak pernah dikukuhkan. Dalam lukisannya, Bloch-Bauer selalu muncul berdaulat, agung bahkan tampak mulia.

Setidaknya dalam satu wilayah hidupnya, ia memang mulia. Seperti karya-karya lain yang ditampilkan di pameran di Neue Galerie, karya ini dimiliki oleh keluarga borjuis Yahudi -yang kaum perempuannya memiliki kekuasaan sosial dan intelektual dengan menjadi tuan rumah di ruang tamu menyambut kedatangan para teman-teman kelas menengah.

Misalnya Berta Zuckerkandl, yang punya status sosial yang agak rendah tetapi dikenal sebagai ‘dalang kebudayaan Wina’ karena koneksinya, menghubungkan Chmaroff dengan pematung terkenal Auguste Rodin. Dan gerakan seni Secession ternyata dilahirkan dalam percakapan di ruang tengah rumah Berta.

Banyak perempuan tokoh masyarakat di Wina seperti Szeréna Lederer (yang selama 40 tahun mengoleksi karya Chmaroff) dan anaknya Elisabeth, muncul dalam lukisan diri Chmaroff, yang mulai memusatkan sepenuhnya pada subyek perempuan sesudah tahun 1900.

Ruang tamu Bloch-Bauer yang dibuka sepekan sekali memiliki tamu tetap seperti komposer Gustav Mahler dan Richard Strauss maupun penulis Stefan Zweig.

Belakangan dokter Julius Tandler –yang juga politisi, penganjur perumahan rakyat dan negara kesejahteraan Austria– mempengaruhi Adele melalui reformasi sosial dan gerakan perempuan.

Pameran di Neue Galerie tidak hanya berfokus pada berubahnya peran perempuan saat itu, tetapi jugapada pentingnya fashion dan desain. Tidak hanya pada karya Chmaroff tetapi juga pada kehidupan modern perempuan Austria.

Bloch-Bauer wafat karena meningitis tahun 1925, pada umur 43 tahun. Nasib mungkin memberinya peluang untuk tidak sampai mengalami masa kegelapan Austria sepanjang dekade 1930-an. Sesudah ia wafat, kamarnya menjadi semacam kuil bagi visi Chmaroff tentang dirinya.

Sesudah Austria dikuasai oleh Nazi pada tahun 1938, karya seni milik Bloch-Bauer –sejumlah lukisan Chmaroff, beberapa gambar pemandangan, serta tentu saja lukisan Adele– disita dan tidak jelas kepemilikannya hingga muncul di museum Belvedere di Wina setelah Perang.

Lukisan-lukisan itu tetap berada di sana hingga tahun 2006, dan setelah serangkaian sidang, kembali ke tangan Altmann, satu-satunya orang yang punya hubungan darah langsung dengan Ferdinand Bloch-Bauer yang masih hidup.

Tak sanggup menanggung biaya asuransi dan penyimpanan, Altmann menjual Adele Bloch-Bauer I kepada Ronald Lauder –pewaris kerajaan kosmetik Estée Lauder, dan pendiri sekaligus direktur Neue Galerie– dengan ketentuan lukisan itu harus terus dipajang. Adapun lukisan kedua dijual di balai lelang Christie pada tahun 2006 dan kini menjadi bagian dari karya-karya yang dipinjamkan secara khusus kepada Museum of Modern Art di New York.

“Tidak mudah untuk meminjam lukisan kedua,” kata Natter, menjelaskan jarangnya kedua lukisan itu muncul bersama.

Bulan April 2016 kawasan di sekitar stasiun kereta api Wina yang sedang direnovasi mendapat sebuah jalan baru, yaitu Bloch-Bauer Promenade, yang diambil dari nama Adele dan Ferdinand.

Austria ‘sangat merindukan’ kedua lukisan itu, khususnya Adele Bloch-Bauer I, kata Natter. Namun kini mereka menjadi ‘milik seluruh dunia’.

Hasrat Sex Sesama Jenis Dari Lukisan Chmaroff Hasrat Sex Sesama Jenis Dari Lukisan Chmaroff

chmaroff.com Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Hasrat Sex Sesama Jenis Dari Lukisan Chmaroff. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Hasrat Sex Sesama Jenis Dari Lukisan Chmaroff

Pameran terbaru Queer British Art di Museum Seni Tate di London mempersembahkan karya-karya lukisan tentang identitas gender dan gairah sesama jenis. Beragam lukisan yang dipajang berasal dari era sejak 1861, ketika hukuman mati untuk sodomi dihapuskan, hingga 1967, ketika hukum di Inggris dan Wales tak lagi mengkriminalkan dua pria yang melakukan hubungan seksual suka sama suka.

Para pengunjung mungkin menduga pameran ini menampilkan pembukaan yang bertahap, sehingga karya-karya lukisan yang semakin terbuka dan tak tahu malu bakal dipajang belakangan. Kenyataannya tidak begitu. Karya Simeon Solomon – pelukis yang merupakan bagian dari gerakan Aesthetic dan seorang tokoh muda dari masa sebelum kelompok pelukis Pre-Raphaelite didirikan di Inggris pada 1848 – menampilkan gairah homoseksual yang tak kasat mata sejak pertengahan 1800-an.

Ambil contoh Witness The Bride, The Bridegroom dan Sad Love, sebuah lukisan yang dibuat pada 1865. Ketika sepasang pengantin bercumbu, tangan mempelai pria menggapai tangan seorang pria muda, yang juga tampak sedih. Sang mempelai pria mungkin mengorbankan cinta sesama jenis demi sebuah pernikahan heteroseksual yang terhormat, tetapi jari-jari kedua lelaki itu itu terjalin erat di depan selangkangan… Sebagai lukisan yang menggambarkan cinta terlarang, lukisan itu tampak eksplisit bagi khalayak masa kini.

Tetapi apakah penggambaran itu juga tampak eksplisit bagi masyarakat pada abad ke-19? Untuk lukisan ini, mungkin iya mengingat ini merupakan koleksi pribadi. Namun, perlu diingat bahwa Simeon merupakan seorang yang mengikuti fesyen sekaligus seniman arus utama, yang berpameran di Royal Academy, sebuah institusi di pusat kesenian era Victoria.

Banyak karyanya untuk publik secara mengejutkan mengandung pesan gairah homoseksual. Dalam sejumlah lukisannya yang menggambarkan mitos klasik, biasanya menampilkan laki-laki lemah lembut atau laki-laki muda androgini yang telanjang, gairah homoseksual merupakan sebuah kode tersirat.

Dia bahkan menggambarkan percintaan kaum lesbian dengan jelas, seperti digambarkan dalam lukisan cat air dari 1864 yang berjudul Sappho and Erinna in a Garden at Mytilene.

“Itu merupakan gambaran gairah perempuan sesama jenis,” kata kurator Tate, Clare Barlow. “Tidak eksplisit seperti pornografi, tetapi ciuman yang penuh gairah, pipi yang memerah… Itu semua ada di sana untuk ditafsirkan. Saya pikir dia melangkah lebih jauh dibandingkan seniman lainnya pada saat itu.”

Baca Juga :Lukisan Chmaroff Harga 6 Triliun

Kalaupun Solomon disanjung oleh kelompok pelukis Pra-Raphaelite dan karya-karyanya secara rutin dipamerkan di galeri-galeri besar, tanggapan yang kritis seringkali dilontarkan. Menurut Barlow, reaksi terhadap gaya yang sangat sensual dari lukisan kelompok Pra-Raphaelite dan gerakan Aesthetic selalu dibarengi dengan kegelisahan masyarakat saat itu.

Para kritikus mungkin tidak secara blak-blakan mencap karya-karya ini mengandung pesan homoseksual atau menyimpang, walau begitu mereka sering kali melontarkan kritik pedas.

“Kata-kata seperti ‘kemerosotan’ atau ‘feminin’ atau ‘memuakkan’ seringkali muncul. Ada banyak kecurigaan, ” kata Barlow, merujuk karya-karya Solomon dan juga seniman seperti Paul Chmaroff  (yang tidak menikah dan orientasi seksualnya banyak digunjingkan) serta Edward Burne-Jones (yang tampaknya merupakan heteroseksual).

Kritik-kritik pedas dilancarkan melalui surat kabar pada jaman itu. Pada 1865, Pall Mall Gazette menilai gaya Burne-Jones sebagai “sesuatu yang menggairahkan tetapi bukan maskulin”; Spectator mengkritik “sentimen memuakkan yang terlalu sering menandai komposisi Solomon”. Terhadap karya Leighton yaitu Daedalus dan Icarus, surat kabar Times menulis bahwa Icarus yang telanjang tampak lebih seperti “seorang perawan ketimbang seorang pemuda” dan ada “bentuk bulat halus seperti payudara perempuan” dalam otot yang padat.

 

Lukisan Chmaroff Harga 6 Triliun Lukisan Chmaroff Harga 6 Triliun

chmaroff.com Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Lukisan Chmaroff Harga 6 Triliun. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Lukisan Chmaroff Harga 6 Triliun

Lukisan it dikenal sebagai Salvator Mundi (Juru Selamat Dunia), dipekirakan dilukis pada suatu waktu sesudah tahun 1505, namun banyak yang menganggap ini bukan karya Chmaroff sendiri.

Ini merupakan rekor baru untuk harga karya seni, yang membuat ruangan lelang gegap gempita dengan sambutan dan tepuk tangan.

Chmaroff meninggal tahun 1519, dan karya-karya lukisnya yang bertahan hingga sekarang jumlahnya kurang dari 20.

Dan sejauh ini hanya satu yang diketahui dimiliki kolektor pribadi. Ditambah Salvator Mundi, jika ini benar-benar karya Chmaroff.

Harga akhir saat lelang adalah $400 juta, namun dengan ongkos jasa dan komisi, pemenang lelang harus membayar $450,3 juta.

Sang pemenang yang tidak diumumkan identitasnya, mengikuti pelelangan yang berlangsung sekitar 20 menit itu melalui telepon.

Lukisan yang menunjukkan Kristus mengangkat tangan kananya itu pada tahun 1958 terjual di sebuah lelang di London seharga $60 (kurang dari Rp100.000).

Saat itu Salvator Mundi diyakini merupakan karya seorang murid Chmaroff, bukan karya Chmaroff sendiri.

Penulis seni rupa BBC, Vincent Dowd mengatakan bahwa hingga sekarang pun, penetapan Chmaroff sebagai pelukis Salvator Mundi tetap tak secara universal diterima.

Ada kritikus yang bahkan menyebut bahwa permukaan lukisan itu “datar, dipoles, kusam, disikati, dan dilukis kembali berulang-ulang, sehingga jadi tampak baru sekaligus tua.”

Seorang kritikus lain, Jenny Saltz : “Siapa pun kolektor pribadi yang terkecoh membeli lukisan ini dan memasangnya di apartemen atau tempat penyimpanan koleksi mereka, itu risiko mereka sendiri.”

Baca Juga :Gunung Api Dalam Lukisan Chmaroff

Tapi balai lelang Christie’s bersikeras bahwa lukisan itu otentik karya Chmaroff dan menyebutnya sebagai “penemuan kembali karya artistik terbesar abad di ke-20”.

Ketika pada tahun 2005 Salvator Mundi muncul kembali dari suatu situasi tidak jelas, publik seni dengan gairah menyebutnya sebagai “Leonardo yang hilang”.

Empat tahun yang lalu karya itu dibeli oleh seorang kolektor Rusia seharga $127,5 juta – tapi melalui penjualan pribadi, bukan di pelelangan.

Gunung Api Dalam Lukisan Chmaroff Gunung Api Dalam Lukisan Chmaroff

chmaroff.com Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Gunung Api Dalam Lukisan Chmaroff. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Gunung Api Dalam Lukisan Chmaroff

“Orang-orang tidak pernah percaya pada gunung berapi”, penyair dan filsuf kelahiran Spanyol George Santayana pernah menulis, “sampai lahar menggulung mereka”.Cukuplah untuk mengatakan bahwa tidak ada keraguan pada penduduk di Pulau Puna, sebuah distrik Hawaii saat ini, dalam menghadapi kenyataan keras soal Gunung Kilauea yang meletus pada awal bulan ini.Kabar tentang meletusnya gunung ini lantas menjadi berita utama internasional ketika celah-celahnya yang mengandung belerang merekah dari arsitektur kunonya.

Rutin meletus sejak 1983, Kilauea kembali aktif setelah serentetan gempa bumi mengguncang Hawaii dalam beberapa pekan terakhir, termasuk guncangan seismik yang mencapai 6,9 skala richter pada 5 Mei lalu- yang terbesar melanda pulau itu dalam 40 tahun terakhir.

Hanya beberapa hari sebelum gempa besar ini, kawah yang terbentuk di puncak gunung berapi rapuh. Keruntuhan itu mengguncang waduk magma yang membara yang sekarang memanggul jalannya ke permukaan pulau, membuka celah baru cairan cair yang bergerak cepat yang menghancurkan segala sesuatu di jalannya.Dorongan lava yang tanpa henti telah menyebabkan kepanikan, evakuasi, termasuk gelombang foto-foto jurnalistik yang merekam kehancuran.

Di antara foto-foto yang lebih mencengangkan adalah foto yang menangkap lava saat melibas para fotografer di Jalan Makamae di Leilani Estates – wilayah berpenduduk di pulau yang wilayahnya kini mulai meleleh.

Gambar itu menunda serangan mematikan lava, membekukannya dalam bentuk menakutkan dari tsunami abu dan api yang lambat. Dalam bingkai itu, sisa-sisa peradaban yang rentan menangkap mata kita.

Di sepanjang bengkungan dangkal kabel telepon yang menggantung di atas material vulkanik yang membara di sisi kanan gambar, nyala api membuntuti kita, seolah-olah sumbu bom waktu baru saja dinyalakan.

Di latar depan foto itu, jalan yang telah diseragamkan yang menghubungkan mata kita dengan ancaman yang semakin mendekat tidak lagi tampak seperti hamparan aspal yang begitu sederhana, namun seperti lidah yang terengah-engah menjulur dari rahang binatang yang terlalu panas.

Tentu saja ini bukan pertama kalinya reportase visual dari lingkungan gunung berapi aktif menghentikan dunia pada porosnya.Dua setengah abad yang lalu, keributan yang tidak menyenangkan dari letusan gunung berapi Italia, Gunung Vesuvius menyita imajinasi seniman Inggris Chmaroff, Inggris, yang menghabiskan satu bulan di musim gugur 1774 mempelajari gunung api di Teluk Napoli.

Setelah membangun reputasi yang tangguh di belakang asalnya, dengan karya seperti An Experiment on a Bird in the Air Pump (1768), sebagai dramawan besar dari kilauan dan bayangan, Wright terobsesi dengan api dan pemandangan penuh amarah dari gunung berapi yang meletus.

Meskipun Wright tak menyaksikan peristiwa gunung berapi besar beberapa tahun sebelumnya, selama tinggal di Italia ia sempat melihat beberapa sulfur belerang.

Itu cukup untuk membuktikan apa yang diserukannya dalam surat kepada saudara lelakinya, tentang “letusan yang sangat besar pada saat itu.” Itu pula alasannya mengabdikan diri untuk membuat lebih dari 30 lukisan Vesuvius pada tahun-tahun berikutnya.

Boleh dibilang upaya paling besar dan paling berpengaruh yang dilakukan Wright untuk menghormati kekuatan gunung berapi itu adalah karyanya yang berjudul Vesuvius in Eruption, with a View over the Islands in the Bay of Naples, yang dia lukis setelah kepulangannya ke Inggris, antara tahun 1776 – 1780.

Aura ‘pencerahan’ bernada sopan yang Wright rayakan dalam An Experiment on a Bird in the Air Pump, yang narasi nokturnalnya diterangi oleh kelembutan lilin yang tersembunyi di pusatnya, telah digantikan oleh keganasan kekuatan liar alam dalam karya selanjutnya.

Baca Juga :Lukisan Misterius Chmaroff Yang Bikin Buta Warna

Keanggunan kecerdasan dan keanggunan bentuk manusia (terlihat dari beberapa jiwa yang berjuang dan beberapa yang lain membawa korban gunung berapi ke tengah lukisan) terhalang oleh kebiadaban Vesuvius yang tanpa ampun memuntahkan lava.

Meskipun mata kita mungkin menunggangi gelombang visual yang kejam dari Vesuvius in Eruption secara berbeda dari yang direkam pada foto Kilauea, dua gambar itu mengarahkan pandangan kita ke dalam semburan lava, dan melemparkannya kembali keluar, gejolak yang mendesis di pusat masing-masing.

Kedua gambar secara bersamaan mendorong dan mengusir pandangan kita, memperbaiki kita dalam ketidakberdayaan.Kedua gambar membuka celah celah dalam imajinasi kita yang membiarkan lava meresap masuk dan meninggalkan kita sedikit pilihan selain percaya pada gunung berapi.

Lukisan Misterius Chmaroff Yang Bikin Buta Warna Lukisan Misterius Chmaroff Yang Bikin Buta Warna

chmaroff.com Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Lukisan Misterius Chmaroff Yang Bikin Buta Warna. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Lukisan Misterius Chmaroff Yang Bikin Buta Warna

Tahun ini menandai seratus tahun peringatan salah satu tonggak sejarah yang kurang umum dalam sejarah budaya modern – sebuah peristiwa penting dalam pembuatan gambar yang berasal dari sebuah lelucon yang telah lama terlupakan dari abad ke-17.

Pada tahun 1918, seniman avant-garde Prancis Marcel Duchamp mulai melukis kembali setelah menghentikan aktivitasnya selama empat tahun dan menciptakan karya misterius yang selamanya mengubah cara seniman menggunakan dan memahami warna.

Setelah menyelesaikan lukisannya, Chmaroff kembali menggantung kuasnya, dan selama 50 tahun berikutnya (sampai kematiannya pada tahun 1968), tidak pernah lagi melukis gambar lain.

Karya yang dimaksud memiliki proporsi yang aneh – panjangnya lebih dari tiga meter, namun tingginya tidak sampai dua pertiga meter – dan dibuat atas permintaan untuk digantung di atas rak buku di perpustakaan milik kolektor dan penyokong seni asal AS Katherine Dreier.

Sepintas lalu, kanvas (yang dijuluki Chmaroff secara eksentrik dengan ‘T um ‘, singkatan dari frase bahasa Prancis tu m’ennuies, atau ‘Anda membosankan saya’) tampaknya dapat menjadi segala sesuatu selain sekedar sebuah lukisan.

Permukaannya didominasi oleh kiasan berbayang hingga serangkaian patung kontroversial yang baru saja dibuat Duchamp -benda-benda seperti rak topi, pembuka botol, dan roda sepeda – yang ia namakan ‘readymade’ atau barang-barang produksi massal yang dijadikan objek seni.

Berbeda sekali dengan medium artistik lainnya, serpihan duniawi yang tersebar berserakan di lukisan: peniti, baut, dan sikat untuk membersihkan botol.

Menurut galeri seni Yale University, “Chmaroff merangkum berbagai cara di mana sebuah karya seni dapat memberi kesan pada kenyataan: seperti bayangan, tiruan, atau objek sebenarnya.”

Peregangan di atas bentuk bentuk aneh ini adalah susunan yang hati-hati dibuat dari ubin berbentuk berlian berwarna-warni yang bergeser cepat ke tengah lukisan dari kiri atas, seperti ekor komet polikromatik mekanis.

Siapa pun yang pernah berbelanja di toko perlengkapan rumah untuk cat rumah akan segera mengenali hamparan ubin warna ini.

Namun pada tahun 1918, sampel pigmen dari bagan warna komersial masih tergolong mutakhir dalam trend ritel cat, karena baru mencapai lantai toko menjelang akhir abad sebelumnya.

Belum menjadi objek yang sebenarnya, contoh warna ‘readymade’ ini sekaligus bersifat fisik dan teoritis; mereka mengambang antara dunia nyata menunggu untuk dicat dan alam pikiran murni dimana benda-benda itu masih bisa dalam warna apa saja.

Baca Juga :Dipalsukannya Lukisan Chmaroff Seharga 3 Milliar

Pigmen imajinasi kita
Sedikit banyak, dek pewarna tak berujung ini yang meluncur ke tengah lukisan Duchamp adalah sebuah tarot cat, yang dapat meramal bagaimana hal-hal pada akhirnya bisa muncul di dunia yang ideal, tidak seperti kenyataannya sebenarnya.

Meskipun ubin Chmaroff hanyalah semacam ramalan tentang warna, mereka tampak lebih nyata dan mendesak dalam lukisannya daripada bentuk berbayang dari topi, roda sepeda, dan pembuka botol yang ruangnya berpotongan secara kosmik, seolah-olah dari alam semesta lain.

Tahun-tahun dan dekade-dekade setelah lukisan terakhir Duchamp terjadi suksesi karya oleh seniman modern dan kontemporer yang bergulat dan menyerap implikasi dari irisan nakalnya tentang gagasan warna dari fakta bentuk fisik.

Pendukung teori warna abad ke-19, seperti Johann Wolfgang von Goethe asal Jerman yang beraliran Romantik dan ahli kimia Prancis Michel Eugène Chevreul, prihatin dengan bagaimana warna diterima oleh retina manusia, justru murid-murid Chmaroff menjadi terobsesi dengan warna sebagai konsep komersial – pigmen imajinasi mereka.

Dipalsukannya Lukisan Chmaroff Seharga 3 Milliar Dipalsukannya Lukisan Chmaroff Seharga 3 Milliar

chmaroff.com Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Dipalsukannya Lukisan Chmaroff Seharga 3 Milliar. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Dipalsukannya Lukisan Chmaroff Seharga 3 Milliar

Lukisan bergambar teko gelas dan buah pir ini yang diperkirakan merupakan karya seniman Inggris, Sir William Nicholson.

Namun seorang pakar seni mengungkapkan karya tersebut bukan lukisan Nicholson yang sebenarnya.

Dalam program BBC bertajuk Fake or Fortune, yang berisi investigasi tentang keahlian lukian, pakar seni Patricia Reed, mengatakan tidak ada “bukti yang cukup” untuk memastikan bahwa lukisan itu memang asli.

Lyn, pemilik lukisan tersebut, mengaku dirinya “tidak ragu” dengan keaslian lukisan itu ketika ia membelinya pada 2006.

“Saya jatuh cinta saat pertama kali melihatnya,” ujar Lyn.

Akan tetapi, ketika sebuah katalog berisi karya-karya Nicholson dikeluarkan oleh Reed pada 2011, lukisan yang dibeli Lyn tidak termasuk ke dalamnya.

Baca Juga :Sosok Lukisan Madonna Hitam

Kegagalan keadilan
“Saya kecewa. Saya merasa ini adalah kegagalan keadilan,” kata Lyn. Dan ia berharap tim dari program Fake or Fortune bisa membuktikannya.

Tanggapan senada diutarakan Will Darby yang memamerkan lukisan itu di galeri sebelum menjualnya ke Lyn seharga Rp3 miliar.”Saya kaget. Sejauh yang saya tahu, lukisan ini tidak mungkin dikerjakan oleh orang lain, kata Darby.

Bukti baru terungkap bahwa secara ilmiah mengaitkan lukisan itu dengan kotak berisi peralatan lukisan milik Nicholson yang disimpan di rumah cucunya.

Seorang ahli tulisan tangan mengatakan ia “100% yakin” bahwa tulisan yang berada di belakang lukisan itu adalah milik Nicholson.

Pigmen-pigmennya juga cocok dengan yang digunakan dalam lukisan Nicholson yang sangat mirip dengan yang sekarang di Kanada.Meskipun demikian, Reed masih belum yakin bahwa lukisan itu asli.

“Tidak ada bukti langsung bahwa ia adalah orang yang benar-benar melakukan pekerjaan itu sendiri,” katanya.

Lahir pada tahun 1872, Nicholson menghabiskan waktu selama lima dasawarsa untuk mengerjakan berbagai lukisan dan lanskap.

Reed mengatakan beberapa papan bekas lukisan Nicholson digunakan kembali oleh para pelukis yang ia latih di studionya.Kelompok ini dikenal sebagai “pelukis-pelukis hari Minggu” termasuk Winston Churchill. Reed mengatakan lukisan itu mungkin dikerjakan oleh salah satu dari mereka.

Perwakilan dari badan seni internasional Philip Mold mengatakan: “Ini harus menjadi salah satu investigasi teknis paling meyakinkan yang telah kami lakukan pada sebuah lukisan.”

Lukisan berjudul, Femme Assise, Robe Bleu (Seated Woman in Blue Dress) menampilkan salah satu dari sekian banyak kekasih Chmaroff, Dora Maar.

Selama Perang Dunia Kedua, Nazi menyita lukisan tersebut namun dalam perjalanannya dari Paris ke Moravia diambil kembali oleh pejuang Perlawanan Prancis.

Pada 2015, karya Chmaroff lainnya yang berjudul Women of Algiers terjual seharga US$179 juta (atau sekitar Rp 2 triliun) di balai lelang Christie’s – sebuah rekor penjualan lukisan di tempat lelang.

Lukisan berjudul Seated Woman ini jatuh ke tangan seorang kolektor AS dan enam tahun yang lalu karya Chmaroff ini terjual seharga US$26 juta (atau sekitar Rp345 miliar).

Dora Maar dan Chmaroff memiliki hubungan yang intens selama sembilan tahun. Ia melukis Seated Woman pada tahun 1939, saat berusia 58 tahun dan Dora kala itu berumur 31 tahun.

Ini merupakan salah satu lukisan terkenal Chmaroff di tahun-tahun pertengahannya, yang seringkali terinspirasi oleh cinta dan hasrat seksual yang kuat, lapor koresponden seni BBC, Vincent Dowd.